![]() |
| unjuk rasa mahasiswa dan beberapa elemen masyarakat lainnya terkait UU KPK dan RUU kontroversial |
Jakarta - Kepolisian masih mendalami kasus kematian mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) akibat tertembak saat demo menolak RUU KUHP dan revisi UU KPP di Gedung DPRD Sultra. Proyektil pun telah ditemukan.
"Ya, sudah ketemu," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (7/10).
Asep menyampaikan, pihaknya tengah melakukan uji balistik proyektil tersebut hingga ke luar negeri.
"Proyektil yang menyebabkan kematian Randi dan yang tembus di kaki ibu hamil, maka proyektil ini diuji ke Belanda dan Australia," katanya.
Ia tidak merinci jumlah temuan proyektil tersebut. Tapi, timah panas itu memang ditemukan di sekitar lokasi Randi tewas tertembak.
"Ini upaya kita membuktikan secara profesional siapa pelaku penembakan," katanya menjelaskan.
Tim Investigasi Polri memastikan enam polisi yang ditugaskan mengamankan demonstrasi mahasiswa di gedung DPRD Sultra, terbukti membawa senjata api.
Demo yang terjadi Kamis 26 September lalu berujung ricuh. Dua mahasiswa meninggal akibat tertembak, sedangkan satu warga menjadi korban peluru nyasar.
"Kami tetapkan enam anggota jadi terperiksa karena saat unjuk rasa membawa senjata api," ujar Kepala Biro Provost Divisi Propam Mabes Polri Brigjen Hendro Pandowo, Kamis (3/10). Dikutip dari Antara.
Menurut dia, polisi itu membawa senjata laras pendek jenis SNW dan HS. Tim investigasi masih memeriksa keenam polisi dari Polda Sultra dan Polres Kendari. Keenam polisi itu berinisial DK, GM, MI, MA, H dan E.
"Ini kami dalami kenapa senjata itu dibawa saat pengamanan unras, padahal sudah disampaikan Kapolri supaya tidak bawa senjata," ujarnya.
Tim Mabes Polri menelusuri penembak mendiang mahasiswa Universitas Halu Oleo, Kendari, Sultra, Randi dengan melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa senjata saat pengamanan demo mahasiswa.
Hendro mengatakan, dalam olah TKP di Jalan Abdullah Silondae, Kendari, polisi menemukan tiga buah selongsong peluru di saluran drainase di depan kantor Disnakertrans Sultra, Sabtu (28/9/2019).
Seperti diketahui Randi tewas tertembak dalam demo berujung bentrok dengan polisi di depan Gedung DPRD Sultra, Kendari, Kamis (26/9). Gabungan tim dokter forensik yang melakukan otopsi memastikan Randi tewas karena terkena tembakan senjata api. (*)
Sumber: liputan6.com
loading...


0 Comments