![]() |
| masyarakat yang menunggu antrean pendistribusian air bersih |
Bangkalan - Hingga Agustus lalu, ada 33 desa dari 9 kecamatan di Bangkalan yang terdampak kekeringan. Adalah kecamatan Arosbaya, Konang, Kokop, Geger, Galis, Klampis, Kwanyar, Tanah Merah, dan Modung. Namun kini jumlahnya terus bertambah.
Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan Agus Sugiharto mengatakan ada beberapa kecamatan yang mulai mengalami kesulitan air bersih. Seperti kecamatan Blega, Tragah, dan Sepulu. "Masalahnya BPBD juga tidak memiliki tangki sendiri untuk mendistribusikan air bersih, jadi kami kerja sama dengan PDAM," ungkapnya kemarin, Ahad (27/10).
"Dalam sehari," lanjut Agus, "distribusi air dilakukan dua sampai tiga kali, tergantung jaraknya. "Kalau jarak gak terlalu jauh bisa tiga kali. Nah, PDAM cuma ada empat armada. Jadi, sehari total ada delapan tangki yang bisa mendistribusikan air bersih. Ukurannya masing-masing 6.000 liter," jelasnya.
Agus mengakui, jumlah armada belum memadai. Empat unit tangki ukuran enam ribu liter tidak dapat menjangkau kebutuhan. Ia pun juga sangat berharap akan segera turun hujan. "Kami masih sangat kekurangan armada. Jadi, sekarang antre nunggu giliran. Pengirimannya juga lumayan lama. Ya, semoga segera turun hujan agar krisis air juga segera teratasi," pungkasnya.(*)
loading...


0 Comments