![]() |
| Aksi |
Kami dimainkan.
Isu demi isu digelontarkan, masalah-masalah diciptakan, konflik dimunculkan.
Isu-isu lama juga kembali dimunculkan.
Institusi, politisi, korporasi, bahkan polisi ikut memainkan
Kita sedang dimainkan.
Jangan-jangan ini sekedar alih-alih, kita sedang dikooptasi.
Jangan jangan ini berkaitan dengan kelancaran investasi, kelonggaran untuk kesepakatan sumber daya, energi dan lingkungan
Undang-undang diperdagangkan, undang-undang dilakukan perbaikan untuk perpecahan, untuk alih-alih kepentingan.
Kebijakan menjadi dalih kelonggaran kekuasaan.
Kami dimainkan.
Lembaga KPK memang perlu evaluasi, regulasi perlu disesuaikan.
KPK perlu evaluasi, tapi juga tidak justru kelemahan yg diadopsi.
Kekerasan seksual lagi-lagi jangan sekedar bacaan, tetapi ada penegakan.
Penyesuaiannya, pada konteks kekinian, nilai, dan kesehatan
Institusi-institusi hari ini hanya berbumbu asumsi.
Hanya demi serapan, lalu terus memainkan. Mengatasnamakan akuntabilitas.
Hanya untuk jabatan, lalu lalai dengan iman dan kemanusiaan.
Semua buru-buru diputuskan
Kita perlu bangkit hari ini. Kabarkan, kalau kita terus dimainkan.
Kita sengaja dibuat tidak percaya, kita direkayasa dengan seksama.
Oleh mafia, penguasa, dan yang punya kuasa.
Rakyat sedang dan terus di babi-buta.
Kami terus dimainkan, oleh mereka-mereka yang di senayan.
Mereka yg mengatasnamakan kemanusiaan tapi menyemaikan penderitaan
Kami tidak butuh pimpinan, terus terang!
jika tidak ada keadilan.
Jika tidak ada kebaikan.
Hari ini, Ibu pertiwi bersaksi. Masih banyak yang peduli.
Mereka sudah lama menahan diri.
Akan kondisi negeri.
Rakyat dikebiri.
Rakyat dilucuti.
Rakyat tidak mati.
Rakyat punya kekuatan bernama persatuan.
Aparat punya kesakitan bernama penghianatan.
Rakyat mengutuk mereka yg berperan atas nama kemanusiaan tapi terang-terang atas nama kekuasaan.
______________________
*Tati, adalah Ketua DPD IMM DIY Bidang IMMawati. Mahasiswi Pascasarjana Kebijakan Publik UGM.
loading...


0 Comments