![]() |
| Fery Martasonar (kedua dari kiri), beserta rekan setimnya mewakili UB dalam ajang InIIC Series 2/2019 |
Selangor - Setelah meraih gold medal dalam ajang International Science and Invention Fair (ISIF) 2019 di Bali pada Juni lalu, Ketua Umum Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Bangkalan periode 2015-2017 Fery Martasonar kembali meraih prestasi yang membanggakan di ajang International Invention and Innovative Competition (InIIC) Series 2/2019.
Dalam ajang internasional yang dilangsungkan di Selangor, Malaysia pada Sabtu (2/11) itu Fery beserta kawan-kawannya yang mewakili tim Universitas Brawijaya (UB) berhasil meraih Silver Award.
"Alhamdulillah, sangat bersyukur, meskipun belum bisa dapat gold," ucap Fery yang juga tengah menjabat sebagai Ketua Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan (PIP) PW IPM Jawa Timur itu.
Dalam ajang tersebut, ia dan timnya mengusung suatu project yang diberi nama A-SRI (Automatic System Rice of Intensification) Design of Automatic SRI Irigation Based on Water Flow System Using Soil Moisture censor and Internet of Things Integration.
"Itu, inovasi dalam sistem intensifikasi pada padi yang menggunakan IoT (internet of things)," ungkap mahasiswa yang juga kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Acacia UB itu.
"Sensor kelembapan tanah," lanjutnya, "akan membedakan fase basah dan kering pada sistem intensifikasi, dan akan menghubungkan pada sistem pengairan sawah. Semua dilakukan secara otomatis melalui mobile application," pungkasnya ketika dihubungi via WhatsApp chat pada Ahad (3/11).(uby)
loading...


1 Comments
Selamat dan sukses buat Fery martasonar
ReplyDelete