![]() |
| perpustakaan (ilustrasi) |
Pamekasan - Ada puluhan sekolah dasar (SD) yang belum memiliki perpustakaan sesuai standar. Para peserta didiknya harus legowo memanfaatkan ruang baca ala kadarnya.
Kepala Seksi Kelembagaan SD Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan Halidi menyatakan, untuk dana pembangunan fasilitas sekolah bisa dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) dan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
"Tapi, di Pamekasan APBD-nya sangat terbatas, dan satu perpustakaan saja biayanya juga cukup tinggi," jelasnya.
Berdasarkan data dari Disdik Pamekasan, ada 97 SD yang belum memiliki perpustakaan yang layak. "Kalau perpustakaan atau ruang baca, semua sekolah punya, tapi belum standar, kurang layak," ungkapnya pada Sabtu (17/11) lalu.
Sementara itu, menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Pamekasan Prama Jaya salah satu faktor perputakaan sekolah itu kurang layak adalah masalah lahan. "SD yang tidak punya perpustakaan sesuai standar biasanya karena tidak punya lahan," terangnya.
"Kita," lanjutnya, "sudah ada rancangan di 2020 untuk mencukupi kebutuhan lahan sekolah, dan siap dibahas oleh badan anggaran," tandas Prama.(*)
loading...


0 Comments